Pages

Senin, 17 Juni 2013

Jenis Operator Yang Digunakan Dalam PHP



Operator adalah simbol yang digunakan untuk memanipulasi nilai dan variabel dengan memberikan menentukan operasi pada nilai dan variabel tersebut.
Secara umum operator bisa terdiri dari satu, dua atau tiga argumen, dan secara teratur terdiri dari dua argumen. Misalnya operator penugasan (assignment) tanda = (sama dengan). Contohnya : $nilai = 10; yang menugaskan bahwa variabel $nilai berisi nilai 10.
Ada beberapa operator yang digunkan :
1.        Operator Aritmatika.
Adalah operator matematikan dasar yang yang biasa digunakan.
Operator tersebut digambarkan dalam tabel di bawah ini :

Operator
Nama
Contoh
+
Operator Penjumlahan
$a = 10; $b = 20; $c = $a + $b; echo $c;
-
Operator Pengurangan
$a = 10; $b = 20; $c = $a – $b; echo $c;
/
Operator Pembagian
$a = 10; $b = 20; $c = $a / $b; echo $c;
*
Operator Perkalian
$a = 10; $b = 20; $c = $a * $b; echo $c;
%
Operator Modulus ( Sisa Hasil Bagi )
$a = 11; $b = 5; $c = $a % $b; echo $c;

2.        Operator karakter.
Operator karakter di sini dimaksudkan untuk menangani penanganan teks atau karakter yang nantinya digunakan untuk menggabungkan karakter-karakter atau teks-teks.
Contoh :
$a = “Nufan”;
$b = “ Balafif”
$c = $a.$b; (ada titik diantara $a dan $b)
echo $c;
Hal ini sangat berbeda sekali jika dituliskan misalnya :
$c = “$a.$b”; (variabel $a dan $b dimasukkan di dalam tanda petik dua dan tetep menggunakan titik).
echo $c;
Dari kedua contoh hasil diatas sangat berbeda sekali hasilnya, $c yang atas akan menghasilkan Nufan Balafif, sedangkan $c yang bawah menghasilkan Nufan.Balafif.

3.        Operator Penugasan
Operator penugasan digunakan untuk memberikan sebuah nilai pada sebuah variabel.
Contoh :
$a = 10;
Pada variabel $a akan terisi dengan nilai 10;
$b = 10 + ($a = 10);
Pada variabel $b akan terisi nilai 10 ditambahkan dengan nilai pada variabel $a yang memiliki nilai 10.

4.        Kombinasi Operator Penugasan
Pada operator penugasan secara umum misalnya menambahkan sebuah nilai pada variabel yang sama maka nilai variabel tersebut harus dimasukkan dan dijumlahkan dengan nilai yang lain sehingga variabel tersebut nilainya bertambah, misalnya :
$a = 10;
$b = 20;
$a = $a + $b;
echo $a;
Nah pada penulisan $a = $a + $b, yang mengandung nilai 2 variabel yang sama, penulisan tersebut bisa dipersingkan dengan menggunakan kombinasi operator penugasan, yaitu $a+=$b.
Ada beberapa kombinas operator penugasan diantaranya :
Operator
Penulisan
Kesamaan
+=
$a+=$b
$a = $a + $b
-=
$a-=$b
$a = $a – $b
*=
$a*=$b
$a = $a * $b
/=
$a/=$b
$a = $a / $b
%=
$a%=$b
$a = $a % $b
.=
$a.=$b
$a = $a.$b

5.        Operator Penugasan Menaikkan dan Menurunkan Nilai
Operator ini hampir sama penggunaannya dengan kombinasi operator penugasan, tetapi disini nilai yang digunakan sebagai penambah atau pengurang adalah angka 1.
Ada beberapa operator pnugasan menaikkan dan menurunkan nilai.
a.  ++Variabel = digunakan untuk menaikkan 1 angka pada nilai variabel.
Contoh :
$a = 10;
echo ++$a;

b.  –Variabel = digunakan untuk menurunkan 1 angka pada nilai variabel.
Contoh :
$a = 10;
echo –$a;

c.  Variabel++ = digunakan untuk menaikkan 1 angka pada nilai variabel dengan dengan sebelumnya dibarikan dengan kondisi yang sama.
Contoh :
$a = 10;
echo $a++;
echo $a++;

d.  Variabel– = digunakan untuk menurunkan 1 angka pada nilai variabel dengan dengan sebelumnya dibarikan dengan kondisi yang sama.
Contoh :
$a = 10;
echo $a–;
echo $a–;

6.        Operator Pembanding
Operator pembanding digunakan untuk membandingakn dua nilai yang akan menghasilkan sebuah nilai benar atau salah.
Di bawah ini beberapa operator pembanding.
a.  == (sama dengan 2 kali), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu sama dengan nilai yang lain.
Contoh :
$a = 10;
if( $a==10){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

b.  === (sama dengan 3 kali), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu identik nilai yang lain.
Contoh :
$a = 10;
$b = 10;
if( $a===$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}
$a =” 10”;
$b = 10;
if( $a===$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

c.  != (tidak sama dengan), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu tidak sama dengan nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a!=$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

d.  <> (lebih kecil lebih besar/tidak sama dengan), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu tidak sama dengan nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a<>$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

e.  < (lebih kecil), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu lebih kecil dari nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a<$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

f.  > (lebih besar), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu lebih besar dari nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a>$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

g.  <= (lebih kecil sama dengan), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu lebih kecil sama dengan nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a<=$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

h.  >= (lebih besar sama dengan), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu lebih besar sama dengan nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a<>$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

7.        Operator Logika
Operator logika digunakan untuk menggabungkan hasil dari sebuah kondisi logika, atau bisanya dengan menggunakan gerbang logika dalam menentukan logika yang digunakan.
Dibawah ini beberapa operator logika.

a.  AND atau && (Logika AND). Logika AND akan menghasilkan nilai benar jika kedua kondisi pembanding bernilai benar, dan akan bernilai salah jika salah satu pembanding bernilai salah / nol.
Contoh :
$a=10;
$b=20;
if( $a==10 && $b==20){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}
$a=10;
$b=10;
if( $a==10 && $b==20){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}

b.  OR atau || (Logika OR). Logika OR akan menghasilkan nilai benar jika kedua kondisi pembanding bernilai benar, juga akan bernilai benar meskipun salah satu pembanding bernilai benar / satu, dan akan menghasilkan nilai salah jika salah satu pembanding menghasilkan nilai salah /nol.
Contoh :
$a=10;
$b=20;
if( $a==10 || $b==20){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}
$a=10;
$b=10;
if( $a==10 || $b==20){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}

c.  NOT atau ! (Logika NOT). Logika NOT akan menghasilkan nilai benar jika pembanding bernilai salah/nol atau sebaliknya akan bernilai salah jika pembanding bernilai benar/satu.
$a=10;
$b=10;
if ( !($a==10 || $b==20)){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}
$a=10;
$b=10;
if ( !($a==10 && $b==20)){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}

8.        Operator Ternary
Operator ini penggunaannya sama dengan penggunaan instruksi seleksi IF-ELSE, dengan terbentuk hanya dalam 1 baris.
Konsepnya :   ………. ? ……….. : ……………. ;
Penulisannya adalah :  Kondisi ? nilai jika benar : nilai jika salah ;
Contoh :
$a=10;
$a==11 ? $hasil=”Benar”: $hasil=”Salah”;
echo $hasil;

Operator Logika Pada Pemograman JAVA



Operator boolean pada JAVA digunakan untuk melakukan operasi terhadap dua operand yang bertipe boolean. Hasil yang diberikan oleh operasi ini juga akan bertipe boolean. bebrapa operator pada boolean.

&& = Operasi ANS
|| = Operasi OR
^ = Operasi XOR (Exclusive OR)
! = Operasi NOT (Negasi)


Keterangan : T = True dan F = False
apabila 2 operand bernilai boolean (Contoh A dan B) dan keduanya digunakan dalam operasi AND, OR, XOR, dan NOT maka nilai yang dihasilkan antara lain, operasi AND hanya akan menghasilkan nilai true apabila kedua operand (A dan B) bernilai true; operasi OR hanya akan menghasilkan nilai false apabila kedua nilai operand false; operasi XOR hanya akan menghasilkan nilai true apabila salah satu operand-nya (bukan kedua-duanya) bernilai true; sedangkan operasi NOT akan menghasilkan negasi atau kebalikan dari nilai sebelumnya.

Contoh kode Program yang akan dihasilkan dari tabel diatas,

====================Mulai=============================
//PROGRAM Operator Logika dalam JAVA
class DemoOperatorLogika {
public static void main(String[] args) {

System.out.println("Operasi AND");
System.out.println("true && true = " + (true && true));
System.out.println("true && false = " + (true && false));
System.out.println("false && true = " + (false && true));
System.out.println("false && false = " + (false && false));

System.out.println("\nOperasi OR");
System.out.println("true || true = " + (true || true));
System.out.println("true || false = " + (true || false));
System.out.println("false || true = " + (false || true));
System.out.println("false || false = " + (false || false));

System.out.println("\nOperasi XOR");
System.out.println("true ^ true = " + (true ^ true));
System.out.println("true ^ false = " + (true ^ false));
System.out.println("false ^ true = " + (false ^ true));
System.out.println("false ^ false = " + (false ^ false));

System.out.println("\nOperasi NOT");
System.out.println("!true = " + (!true));
System.out.println("!false = " + (!false));
}
}

===================Selesai===========================
Hasil yang akan di berikan oleh program tersebut sebagi berikut:

Operasi AND
true $ true = true
true $ false = false
false $ true = false
false $ false = false

Operasi OR
true || true = true
true || false = true
false || true = true
false || false = false

Operasi XOR
true ^ true = false
true ^ false = true
false ^ true = true
false ^ false = false

Operasi NOT
!true = false
!false = true

Mudah-mudahan bermanfaat

Salam OpenSource dari JAVA.

Jenis–Jenis Data, Versi dan Operator Pada Visual Basic



Jenis – Jenis Data
Setelah kita menyimak tentang pengetian Visual Basic serta perjalanan Visual Basic ( VB 1.0 sampai VB 10 ), maka sekarang kita akan membaha tentang jenis-jenis Data, Versi dan jenis Operator  pada Visual Basic..
Seperti yang kita ketahui bahwa Data adalah suatu nilai mentah yang tidak memiliki arti jika berdiri sendiri. Adapun jenis – jenis data yang terdapat pada Visual Basic diantaranya.
  1. Integer
    Adalah jenis data numeric berupa bilangan bulat ( tanpa pecahan ) mulai dari 32768 – 32767.
  2. Byte.
    Adalah jenis data yang berupa bilangan bulat positif.
  3. Decimal.
    Adalah jenis data yang digunakan untuk menyimpan nilai desimal.
  4. Bolean.
    Adalah jenis data yang hanya memiliki dua buah nilai yaitu true dan false. Jenis data ini bisa digunakan untuk memilih salah satu diantara dua pilihan.
  5. String.
    Adalah jenis data yang memiliki nilai alfa numeric, yaitu nilai yang bisa angka atau karakter khusus.
  6. Single.
    Adalah jenis data numeric yang memiliki kisaran nilai mulai dari 3408e + 38 hingga 3402823. Jenis data ini sering disebut juga Single Precisian atau bilangan berpresisi tunggal.
  7. Double.
    Adalah jenis data numeric yang memiliki kisaran nilai yang besar , jenis data ini juga sering disebut double precisian atau bilangan berpresisi ganda.
  8. Date.
    Adalah jenis data yang digunakan untuk menyimpan tanggal dan jam.
  9. Curency.
    Adalah jenis data yang digunakan untuk menyimpan nilai uang.
  10. Long.
    Adalah jenis data numeric yang hampir sama dengan integer tetapi nilainya jauh lebih besar, jenis data ini membutuhkan memori yang cukup besar.
  11. Objek.
    Adalah jenis data yang menyimpan objek seperti form, control dan sebagainya.
  12. Variant.
    Adalah jenis data yang berisi segala macam data yang berbeda biasanya digunakan untuk mengetahui jenis data yang digunakan.
Versi – versi Visual Basic
Beberapa versi Visual Basic yang telah beredar di pasaran diantaranya adalah :
  1. Standar Edition Learning.
    Adalah versi standar yang sudah berbagai sarana dasar dari Visual Basic untuk mengembangkan aplikasi.
  2. Profetional Edition.
    Adalah yang memberikan berbagai sarana ekstra yang dibutuhkan oleh para programmer profesional. Misalnya control – control tambahan, dukungan untuk pemrogram internet., komputer untuk membuat file help, serta sarana pengembangan database yang lebih baik
Jenis – Jenis Operator
Berikut ini adalah jenis – jenis operator yang biasa digunakan dalam pemrograman Visual Basic :
  • Operator Penugasan.
    Berfungsi untuk memasukan data kedalam variable. Operator ini dilambangkan dengan tanda ( = ).
    Contoh :
    Nilai = 1
    Akhir = awal + waktu
    Nama = “ Ujang Kurnia “
    Luas = panjang * lebar
    Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam menggunakan operator penugasan yang berkaitan dengan tipe data yang akan dimasukkan dalam variable. Ketentuan tersebut adalah penggunaan delimiter untuk data tersebut yaitu :
    1. Untuk tipe data yang bersifat numeric atau menunjuk pada nilai variable lain maka, tidak diperlukan delimiter. Misalnya nilai = 1. akhir = awal + waktu.
    2. Untuk tipe data yang string digunakan tanda kutip ( “ ) misalnya nama “ Ujang Kurnia“.
    3. Untuk tipe data yang berupa tanggal dan waktu digunakan tanda ( # ) misalnya: tanggal = # januari 17, 2008 # jam = # 8:10:05.
  • Operator Aritmatika Adalah operator yang digunakan untuk pengolahan data secara natenatis, sehingga fungsi – fungsinyapun sama dengan penggunaan dalam ilmu matematika.
Tabel 1
Jika ada operator sekaligus dalam suatu operasi aritmatika, maka prioritas pengerjaannya di sesuaikan dengan konvensi yang ada dalam matematika misalnya pemangkatan di jalankan pertama kali, kemudian mengikuti perkalian dan pembagian lalu penambahan dan pengurangan.
Contoh :
6+3*-2^3/2
Yang dikerjakan pertama kali adalah 2^3=8 kemudian 3*7=21 dan 8/2=4, lalu 6+21=27 dan 27-4=23. Jika anda menginginkan prioritas yang dikerjakan operasi tertentu, maka digunakan tanda ( ) contoh (6+3)*7,yang di kerjakan pertama kali bukan 3*7 tetapi 6+3.
Untuk operasi pembagian ada tiga operator yaitu : /, \, mod. Beda dari ke tiga operator tersebut adalah :
    1. Pembagian dengan operator ( / ) adalah pembagian biasa.
    2. Pembagian dengan operator ( \ ) hanya akan mengambil nilai integer dari hasil pembagian.
      Contoh : 13/4=3.25
    • 13/4=3 ( 3.25 di ambil integernya saja yaitu 3 ).
    • 13 mod 4=1 ( 13/4 adalah 3 bersisa 1 ).
  • Operator Perbandingan.
    Digunakan untuk membandingkan suatu data ( ekspresi ) dengan data ekspresi lain dan menghasilkan nilai logika ( boolean ) benar atau salah. Syaratnya adalah dua data yang dibandingkan harus mempunyai tipe yang sama. Berikut ini operator perbandingan dalam Visual Basic menurut M. Agus. J. Alam, (1999) :
Tabel
Semoga Bermanfaat ^_^

Selasa, 28 Mei 2013

Sebar Internet, Google Terbangkan Balon Wi-Fi


Bagaimana cara menyebarluaskan koneksi internet di daerah yang tidak memiliki infrastruktur memadai? Salah satu solusinya adalah memakai balon udara yang dipasangi pemancar sinyal Wi-Fi.

Itulah yang kabarnya hendak dilakukan Google untuk menyambungkan wilayah-wilayah di Afrika dan Asia Tenggara dengan jaringan internet.

Seperti dilaporkan oleh Cnet, balon udara berfungsi sebagai platform yang melayang di ketinggian sehingga sinyal Wi-Fi yang dipancarkan bisa mencakup area seluas ratusan kilometer persegi.

Google kabarnya akan melobi regulator di negara-negara berkembang yang menjadi area operasional balon udara ini agar mengizinkan frekuensi televisi dipakai untuk sinyal Wi-Fi.

Frekuensi sinyal TV lebih rendah dari standar Wi-Fi dan karena itu memiliki daya tembus bangunan dan jangkauan yang lebih tinggi dibanding frekuensi sinyal Wi-Fi pada umumnya.

GooglePaten internet dengan balon udara Google yang diajukan tahun 2000





Dengan cara ini, Google  berharap bisa menambah sekitar 1 miliar pengguna internet baru.

Untuk mendukung usahanya, Google telah pula membuat ekosistem smartphone Android murah yang hemat daya. Raksasa internet ini minggu lalu memang dilaporkan terjun ke bisnis seluler di Afrika dan Asia.

Google sendiri agaknya memang telah mengerjakan konsep koneksi internet dengan balon udara selama beberapa waktu. Paten soal balon udara yang dipakai sebagai platform komunikasi sudah diajukan Google sejak tahun 2000.

Selain balon udara, Google juga dikabarkan berencana membuat sistem internet wireless berbasis satelit untuk mencapai tujuan yang sama. 

Sumber : Kompas Tekno


Jam Tangan Pintar Apple? Tunggu 2014



Berbeda dari banyak prediksi, seorang analis dari KGI Securities, Ming-Chi Kuo, menganalisis bahwa produk jam tangan pintar buatan Apple—sebut saja iWatch—tidak akan diluncurkan pada tahun 2013. Ia memprediksi, produk ini akan diluncurkan paling cepat pada paruh kedua 2014.

Dalam analisisnya yang dikirimkan kepada investor, Kuo menyebutkan ada dua alasan di balik prediksinya. Salah satunya adalah masalah software

Saat ini, tim pengembang Apple dikabarkan sedang fokus dalam mengembangkan iOS versi terbaru. Apabila tim ini "dipecah" untuk mengerjakan sistem operasi bagi iWatch, diyakini pengembangan dari salah satu, bahkan mungkin kedua sistem operasi ini, akan terganggu.

"Apple mungkin tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengembangkan versi iOS dari iWatch karena dibutuhkan perubahan besar pada iOS untuk iPhone dan iPad tahun ini," kata Kuo, seperti dikutip dari Mac Rumors, Jumat (24/5/2013).

Alasan lainnya, komponen untuk iWatch ini masih belum terlalu siap. Hal ini memaksa Apple untuk menunda produksi produk tersebut hingga tahun depan.

"Komponen perangkat wearable masih belum siap. Oleh karena alasan ini, kami pikir produksi masalah dari iWatch akan dimulai di paruh kedua 2014, bukan 2013 seperti yang dispekulasikan pasar," ujar Kuo.

Dari sisi hardware, iWatch dikatakan akan menggunakan layar dengan bentang 1,5 hingga 2 inci. Adapun spesifikasinya akan mirip dengan iPod Nano.

Jenis layarnya pun bukanlah OLED, seperti yang dirumorkan belakangan ini. Apple dikatakan lebih memilih menggunakan teknologi layar GF2 yang juga dipakai di iPad Mini.

Komponen pemindai sidik jari yang dikabarkan akan hadir di iPhone 5S juga akan mempersenjatai iWatch.

Dari rumor sebelumnya, diketahui bahwa Apple sedang mengebut pengembangan iWatch. Ini terlihat dari kabar soal adanya 100-an pekerja demi kesuksesan iWatch ini. 

Dari sekitar 100 anggota tim, tidak semua karyawan difokuskan dalam mengembangkan hardwaredan software untuk produk tersebut. Ada juga karyawan yang ditunjuk untuk mendesain dan juga memikirkan strategi untuk memasarkan perangkat yang satu ini.

Ming-Chi Kuo memiliki catatan yang sangat baik perihal rumor seputar Apple. Dia pernah menebak dengan benar, Apple akan menghentikan produksi MacBook Pro layar 17 inci. Apakah prediksinya terkait iWatch ini akan menjadi kenyataan?

Sumber : Kompas Tekno

Internet 4G "700 MHz" di Indonesia Paling Cepat 2018



 Indonesia diminta memanfaatkan frekuensi 700 MHz untuk layanan seluler sebelum 2015. Demikian disampaikan perwakilan International Telecommunication Union (ITU) untuk Pengembangan Digital, Suvi Linden.

"Kami ingin menyampaikan proses harmonisasi frekuensi 700 MHz akan membuka akses untuk warga miskin di daerah pedesaan yang belum terjangkau perangkat seluler," kata Linden dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (23/5/2013), seperti dikutip dari Antara.

Linden bersama Asosiasi GSM (GSMA) mengatakan, Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, memang berkomitmen untuk menggunakan frekuensi 700 MHz untuk teknologi seluler setelah 2018.

"Tapi, ada kendala, yaitu penyelenggara siaran televisi analog tidak ingin pindah sesegera mungkin. Selain kementerian lain dan pemerintah secara luas perlu dijelaskan arti penting harmonisasi frekuensi itu untuk ekonomi Indonesia," kata Direktur Senior GSMA, Chris Perera.

Di Indonesia, frekuensi 700MHz kini digunakan untuk siaran televisi analog. Pemerintah sedang melakukan program digitalisasi televisi, yang nantinya akan menghapus televisi analog. Program ini akan selesai paling cepat di akhir 2017.

Jadi, jika ingin menggelar LTE di 700MHz, pemerintah dan operator seluler harus menunggu hingga 2017.

Perera mengatakan, frekuensi 700 MHz di Indonesia belum diharmonisasikan untuk teknologi digital dan masih dipakai penyelenggara penyiaran televisi analog.

Harmonisasi frekuensi itu, sebut Perera, yaitu pemanfaatan frekuensi dari 698 MHz hingga 806 MHz di wilayah Asia Pasifik.

"(Padahal) frekuensi itu sudah diharmonisasikan setelah proses digital dividend, yaitu perpindahan televisi analog ke televisi digital yang membutuhkan kanal lebih kecil," kata Perera.

Keuntungan yang diperoleh jika memanfaatkan frekuensi itu ialah mengurangi gangguan sinyal di daerah-daerah yang berbatasan dengan negara lain, menghemat biaya peralatan karena spesifikasi teknis peralatan yang dipakai sama dengan negara lain di kawasan, serta membuka potensi bisnis baru dan lapangan pekerjaan baru.

Perera menambahkan, frekuensi yang rendah seperti 700 MHz juga mampu menjangkau area lebih luas karena membutuhkan lebih sedikit menara pemancar dan menembus gedung-gedung di daerah perkotaan.

"Anda bisa membuka teknologi long term evolution (LTE) atau 4G di frekuensi 2,5 atau 2,6 GHz. Tetapi, itu akan lebih mahal dibanding dilakukan di frekuensi 700 MHz selain kemampuan frekuensi itu untuk menjangkau ke wilayah perbatasan," kata Linden.

Sumber : Kompas Tekno