Pages

Senin, 17 Juni 2013

Macam-macam Query MySQL dan Fungsinya


MySQL adalah multiuser database yang menggunakan bahasa Structured Query Language (SQL). MySQL dalam operasi client-server melibatkan server daemon MySQL disisi server dam berbagai program library yang berjalan disisi client. Dan SQL adalah bahasa standart yang digunakan untuk mengakses database server.
Berikut adalah Sintaks query SQL dan fungsinya:
1. CREATE DATABASE nama_database;
Perintah CREATE DATABASE berfungsi untuk membuat database baru dalam query MySQL.
Contoh:
CREATE DATABASE toko_online;
Selain itu ada juga query CREATE TABLE nama_table (nama_field1 tipe_data1, nama_field2 tipe_data2 … ); , perintah ini berfungsi untuk membuat table dalam database yang telah dibuat sebelumnya.
Contoh:
CREATE TABLE buku (id_buku int(7), judul varchar(100), jenis varchar(30), penerbit varchar(30), penulisvarchar(30), harga (int) );

2. USE nama_database
Untuk membuat table-table di dalam sebuah database, terlebih dahulu kita buka dulu database tersebut dengan perintah USE nama_database.
Contoh:
USE toko_online
Perintah USE boleh tidak menggunakan akhiran titik koma(;).

3. INSERT INTO nama_table (field1, field2, field3, …) VALUES (field1, field2, field3, …);
Query ini berfungsi untuk memasukkan data pada suatu table yang telah dibuat.
Contoh:
INSERT INTO buku (judul, jenis, penerbit, penulis, harga) Values (‘Spiderman’, ‘Komik’, ‘Marvel Publishing’, ‘Peter Parker’, 15000);

4. SELECT (field1, field2, … ) FROM nama_table;
Query SELECT berfungsi untuk mengambil dan menampilkan data dalam kolom(field) pada suatu table.
Contoh:
SELECT judul, penulis, penerbit FROM buku;
Dan untuk melihat semua kolom(field) pada suatu table, digunakan perintah sebagai berikut:
SELECT * FROM nama_table;
Selain itu didalam query SELECT juga terdapat perintah untuk menyaring dan menampilkan data sesuai Kriteria tertentu, sintaksnya sebagai berikut:
SELECT (field1, field2, … ) FROM nama_table WHERE Kriteria; atau
SELECT (field1, field2, … ) FROM nama_table WHERE Kriteria LIKE ‘seperti ini’;
Contoh:
SELECT judul FROM buku WHERE jenis = ‘komik’;
Bisa juga dituliskan :
SELECT judul FROM buku WHERE jenis LIKE ‘komik’;
Dari contoh diatas query akan menampilkan semua data judul dari table buku yang mempunyai jenis komik.
Contoh2:
SELECT * FROM buku WHERE penulis LIKE ‘Peter%’;
Pada perintah diatas query akan menampilkan semua data penulis yang nama depanya Peter. Sedangkan apabila kita menulisnya seperti ini:
SELECT * FROM buku WHERE penulis = ‘Peter’;
Pasti hasilnya menampilkan peringatan ‘Empety set’. Itu karena apabila kita ingin menggunakan = (sama dengan), kata yang dicari harus 100% sama dengan field tidak boleh ada singkatan atau kekurangan. Maka dari itu perintah LIKE dibuat. Tapi perintah Like tidak bisa berdiri sendiri, harus dibarengi dengan tanda % (persen).

5. SELECT (field1, field2, …) FROM nama_table ORDER BY Kriteria;
Query ini berfungsi untuk mensortir data sesuai kebutuhan dengan bantuan klausa ORDER BY.
Contoh:
SELECT judul, jenis, FROM buku ORDER By jenis;
Pada perintah diatas query akan menampilkan semua data field berdasarkan jenisnya, di urutkan sesuai abjad.
Untuk mensortir dengan urutan terbalik, gunakan tambahan klausa DESC dibelakangnya. Sintaks penulisanya adalah sebagai berikut:
SELECT (field1, field2, …) FROM nama_table ORDER BY Kriteria DESC;
Contoh:
SELECT judul, jenis, FROM buku ORDER By jenis DESC;
Perintah diatas akan mengurutkan semua data buku berdasarkan jenisnya secara DESC atau dimulai dari abjad yang paling belakang.

6. DELETE nama_table WHERE Kriteria;
Sesuai format sintaksnya, perintah ini digunakan untuk menghapus data record sesuai kriteria yang di inginkan.
Contoh:
DELETE FROM buku WHERE penulis = ‘Peter Parker’;
Untuk menghapus seluruh record pada suatu table, gunakan perintah DELETE tanpa menetukan kriterianya. Namun perlu waspada dalam menggunakan perintah ini karena data yang telah terhapus tidak dapat dikembalikan lagi:
DELETE FROM nama_table;

7. UPDATE nama_table SET nama_field1=nilai_baru1, nama_field2=nilai_baru2, … WHERE Kriteria;
Perintah ini berfungsi untuk memodifikasi nilai kolom (field) dari suatu record.
Contoh:
UPDATE buku SET judul = ‘Pengobatan Alternatif’ WHERE penulis = ‘Peter Parker’;
Untuk memodifikasi nilai suatu kolom (field) secara keseluruhan, gunakan perintah UPDATE tanpa menentukan kriterianya.

Ekspresi dan Operator JavaScript


  • Operator Aritmatika
Digunakan untuk melakukan perhitungan aritmatika dan mengembalikan hasil berupa number. Berikut tabel operasi aritmatika JavaScript

Operasi
Keterangan
Contoh
+
Tambah
x+y
-
Kurang
x-y
*
Kali
x*y
/
Bagi
x/y
%
Modulo
x%y
=
Sama dengan
x=y
contoh:
10%3
maka nilai 10 dan 3 adalah literal-literal dari operan yang hasilnya adalah 1

  • Operator Pembanding (Relasi)
Digunakan untuk membandingkan dua buah operan. Operan yang dikenal operator ini dapat bertipe string, numeric, maupun ekspresi lain. Hasil perbandinga berupa keadan true dan false

Operasi
Keterangan
==
Sama dengan
!=
Tidak sama dengan
>
Lebih besar
>=
Lebih besar atau sama dengan
<
Lebih kecil
<=
Lebih kecil atau sama dengan
  • Operator Pemberi Nilai (Assignment)
Digunakan untuk memberikan nilai operan yang terletak di sebelah kanan ke operan di sebelah kiri dan disimbolkan dengan tanda '='

Operasi
Keterangan
Contoh
+=
Ditambah dengan
x+=y
-=
Dikurangi dengan
x-=y
*=
Dikali dengan
x*=y
/=
Dibagi dengan
x/=y
%=
Modulus dengan
x%=y
&=
Bit AND dengan
x&y
|=
Bit OR
x|=y
  • Operator Bitwise
Digunakan untuk melakukan pemanipulasian data dalam bentuk bit(bilangan biner). Seluruh operator bit hanya dapat digunakan pada operan bertipe integer atau karakter.

Operasi
Keterangan
&
Bit AND
^
Bit XOR
|
Bit OR
~
Bit NOT
>>
Geser ke kanan
<<
Geser ke kiri
  • Operator Logika
Digunakan untuk menghubungkan ungkapan pembanding (relasi). Operator logika membandingkan operan-operannya dan mengembalikan nilai logik yang nilainya bergantung pada hasil perbandingan tersebut.

Operasi
Keterangan
&&
Logika AND
||
Logika OR
!
Logika NOT

Bentuk pemakaian operator && dan || adalah
ekspresi X operator ekspresi Y
Baik ekspresi X atau ekspresi Y dapat berupa ungkapan pembanding ataupun logika.
Contoh:
(angka>20)&&(angka<=70)
Jika angka lebih besar dari 20 (maka bernilai true) dan angka lebih kecil atau sama dengan 70(maka bernilai true), hasil peerbandingan adalah true, kasus sebenarnya misalkan angkanya adalah 65
(pilihan == 'X')||(pilihan=='x')
Jika pilihan adalah "X" atauh "x", hasil perbandingan adalah true.

!(murid>8)
Jika jumlah murid > 8 (maka bernilai true), hasil perbandingan adalah false, dan sebaliknya

  • Operator String
Digunakan untuk memanipulasi nilai-nilai string. Operator yang dapat digunakan dalam operasi string adalah operator "+" yang berfungsi untuk menggabungkan beberapa string. Operator pemberian nilai (Assignment) juga berfungsi untuk menggabungkan beberapa string, dan operator pembanding (relasi)
contoh:
"Nama saya " + "Muhamad Farhan", maka nilai string yang dihasilkan adalah "Nama saya Muhamad Farhan"
var nama = "Muhamad Farhan" ;

  • Operator dalam Eksekusi
Dalam pemakaian operator, dalam mengeksekusi JavaScript memperhatikan prioritas operator sehingga seorang programmer harus mengekspresikan dengan tepat operator yang digunakan. Urutan eksekusi dapt diubah dengan memberikan tanda "(" pada awal dan tanda ")" pada akhir.
Contoh
a = x+y/z, maka jika x=8, y=6 dan z=2 hasilnya a=11, padalah jika mengacu pada formula diatas, seharusnya nila a=7. Hal ini terjadi karena tanda "/" mempunyai prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan tanda +, untuk mengatasi masalah tersebut maka ekspresi harus diubah dengan mengubah prioritas operator dengan menambahkan tanda kurung sehingga menjadi
a=(x+y)/z ;

Variabel dan Operator Pemrograman Phyton




Membuat variabel dalam Python sangat sederhana. Anda hanya perlu mengisikan nilai pada sebuah variabel dengan tipe data yang Anda inginkan. Operator pengisian adalah tanda sama-dengan (=).
Variabel dalam Python sangat dinamis. Artinya:
  • variabel tidak perlu dideklarasikan mempunyai jenis data tertentu;
  • jenis data variabel dapat berubah saat program berjalan.

Bilangan

Python mengenal beberapa jenis bilangan yaitu bilangan bulat (integer), bilangan pecahan (floating point), dan bilangan kompleks. Bilangan kompleks bisa dituliskan dengan format (real+imajinerj) atau menggunakan fungsi complex(real, imajiner). Untuk jenis data bilangan yang lain tanpa dijelaskan sudah bisa dimengerti dari contoh berikut:

variabel_integer = 10
variabel_floating = 24.5
variabel_kompleks = 3+4j

print variabel_integer
print variabel_floating
print variabel_kompleks

Operator matematik berfungsi dengan normal di Python seperti dalam bahasa pemrograman yang lain. Ada beberapa catatan yang harus diperhatikan.
  • Operasi pengisian beberapa variabel dengan nilai yang sama dapat dilakukan sekali jalan.
  • Tanda () dipakai untuk mengelompokkan operasi yang harus dilakukan terlebih dahulu.
  • Pembagian bilangan integer dengan bilangan integer akan dibulatkan ke bawah.
  • Bilangan integer akan dikonversikan menjadi bilangan floating point dalam operasi yang melibatkan bilangan integer dan bilangan floating point.
  • Kita tidak dapat mengkonversikan bilangan kompleks ke bilangan real (floating point atau integer); hanya bilangan mutlaknya yang bisa kita dapatkan.
Contoh-contoh berikut akan memberikan gambaran pernyataan di atas.

a = b = c = d = 0
print 'a=>',a,'b=>',b,'c=>',c,'d=>',d

x = 30 - 10 / 2
print 'x=>',x

y = (30 - 10) / 2
print 'y=>',y

print '10 / 3 =',10 / 3
print '10 / 3.5 =',10 / 3.5
print '8 * 12.4 =',8 * 12.4
print 'abs(1+9j) =',abs(1+9j)

OPERATOR dalam C++



Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi
Contoh :
Penjumlahan, pengurangan, pembagian dan lain-lain.
Operator mempunyai sifat:
Unary
Sifat unary pada operator hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh : -5
Binary
Sifat binary pada operator melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh : 4 + 8
Ternary
Sifat tenary pada operator melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh : (10 % 3) + 4 + 2
Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai binary adalah:
OPERATOR KETERANGAN CONTOH
* Perkalian (Multiply)           4 * 5
/ Pembagian (Divide)            8 / 2
% Sisa Bagi (Modulus)          5 % 2
+ Penjumlahan (Add)           7 + 2
- Pengurangan (Substract)  6 – 2
OPERATOR KETERANGAN CONTOH
+ Tanda Plus          +4
- Tanda Minus        -6
Operator penugasan (Assignment operator) dalam bahasa C++ berupa tanda sama dengan (“=”).
Contoh :
nilai = 80; A = x * y;
Penjelasan :
variable “nilai” diisi dengan 80 dan
variable “A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y.
Hierarki Operator Aritmatika
Di dalam suatu akspresi arotmatika dapat kita jumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda secara bersamaan. Urutan operator aritmatika adalah sebagai berikut:
* atau / Tingkatkan operator sama, penggunaannya tergantung letak,
yang di depan didahulukan
% Sisa Pembagian
+ atau – Tingkatkan operator sama, penggunaannya tergantung letak,
yang di depan didahulukan
Contoh:
A = 8 + 2 * 3 / 6
Langkah perhitungannya :
A = 8 + 6/6 dimana 6/6 = 1 A = 8 + 1
A = 9
Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung ( dan )
Contoh:
A = (8 + 2) * 3 / 6
Langkah perhitungannya :
A = 10 * 3/6 dimana 8 + 2 = 10
A = 30 / 6 A = 5
Operator Increment & Decrement
Pada pemrograman C++, menyediakan operator penambah dan pengurang (Increment & Decrement).
++ Penambahan (Increment)
– Pengurangan (Decrement)
A = A + 1 atau A = A – 1; dapat disederhanakan menjadi A + = 1 atau A – = 1 Dan dapat disederhanakan menjadi A++ atau A–
Notasi ++ atau — dapat diletakkan di depan atau di belakang variabel. Contoh: A– atau –A atau ++ A atau A++
Kedua bentuk penulisan di atas mempunyai arti yang berbeda:
Jika diletakkan di depan variabel. Maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah
begitu ekspresi ini di temukan.
Jika diletakkan di belakang variabel. Maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini di jumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan.
Operasi Relasi (Perbandingan)
Operator relasi ini digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Hasil dari perbandingan operator ini menghasilkan nilai numeric 1 (True) atau 0 (False).
== Sama dengan (bukan pemberi nilai)
!= Tidak sama dengan
> Lebih dari
= Lebih dari sama dengan
<= Kurang dari sama dengan
Operator Logika
Operator logika digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ungkapan
menjadi sebuah ungkapan berkondisi.
&& Operator Logika AND m && n
|| Operator Logika OR m || n
! Operator Logika NOT !m
Operator Bitwise
Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit
<> Bitwise Shift Right
& Bitwise AND
^ Bitwise XOR
| Bitwise OR
~ Bitwise NOT
Semoga Bermanfaat ;)

Jenis Operator Yang Digunakan Dalam PHP



Operator adalah simbol yang digunakan untuk memanipulasi nilai dan variabel dengan memberikan menentukan operasi pada nilai dan variabel tersebut.
Secara umum operator bisa terdiri dari satu, dua atau tiga argumen, dan secara teratur terdiri dari dua argumen. Misalnya operator penugasan (assignment) tanda = (sama dengan). Contohnya : $nilai = 10; yang menugaskan bahwa variabel $nilai berisi nilai 10.
Ada beberapa operator yang digunkan :
1.        Operator Aritmatika.
Adalah operator matematikan dasar yang yang biasa digunakan.
Operator tersebut digambarkan dalam tabel di bawah ini :

Operator
Nama
Contoh
+
Operator Penjumlahan
$a = 10; $b = 20; $c = $a + $b; echo $c;
-
Operator Pengurangan
$a = 10; $b = 20; $c = $a – $b; echo $c;
/
Operator Pembagian
$a = 10; $b = 20; $c = $a / $b; echo $c;
*
Operator Perkalian
$a = 10; $b = 20; $c = $a * $b; echo $c;
%
Operator Modulus ( Sisa Hasil Bagi )
$a = 11; $b = 5; $c = $a % $b; echo $c;

2.        Operator karakter.
Operator karakter di sini dimaksudkan untuk menangani penanganan teks atau karakter yang nantinya digunakan untuk menggabungkan karakter-karakter atau teks-teks.
Contoh :
$a = “Nufan”;
$b = “ Balafif”
$c = $a.$b; (ada titik diantara $a dan $b)
echo $c;
Hal ini sangat berbeda sekali jika dituliskan misalnya :
$c = “$a.$b”; (variabel $a dan $b dimasukkan di dalam tanda petik dua dan tetep menggunakan titik).
echo $c;
Dari kedua contoh hasil diatas sangat berbeda sekali hasilnya, $c yang atas akan menghasilkan Nufan Balafif, sedangkan $c yang bawah menghasilkan Nufan.Balafif.

3.        Operator Penugasan
Operator penugasan digunakan untuk memberikan sebuah nilai pada sebuah variabel.
Contoh :
$a = 10;
Pada variabel $a akan terisi dengan nilai 10;
$b = 10 + ($a = 10);
Pada variabel $b akan terisi nilai 10 ditambahkan dengan nilai pada variabel $a yang memiliki nilai 10.

4.        Kombinasi Operator Penugasan
Pada operator penugasan secara umum misalnya menambahkan sebuah nilai pada variabel yang sama maka nilai variabel tersebut harus dimasukkan dan dijumlahkan dengan nilai yang lain sehingga variabel tersebut nilainya bertambah, misalnya :
$a = 10;
$b = 20;
$a = $a + $b;
echo $a;
Nah pada penulisan $a = $a + $b, yang mengandung nilai 2 variabel yang sama, penulisan tersebut bisa dipersingkan dengan menggunakan kombinasi operator penugasan, yaitu $a+=$b.
Ada beberapa kombinas operator penugasan diantaranya :
Operator
Penulisan
Kesamaan
+=
$a+=$b
$a = $a + $b
-=
$a-=$b
$a = $a – $b
*=
$a*=$b
$a = $a * $b
/=
$a/=$b
$a = $a / $b
%=
$a%=$b
$a = $a % $b
.=
$a.=$b
$a = $a.$b

5.        Operator Penugasan Menaikkan dan Menurunkan Nilai
Operator ini hampir sama penggunaannya dengan kombinasi operator penugasan, tetapi disini nilai yang digunakan sebagai penambah atau pengurang adalah angka 1.
Ada beberapa operator pnugasan menaikkan dan menurunkan nilai.
a.  ++Variabel = digunakan untuk menaikkan 1 angka pada nilai variabel.
Contoh :
$a = 10;
echo ++$a;

b.  –Variabel = digunakan untuk menurunkan 1 angka pada nilai variabel.
Contoh :
$a = 10;
echo –$a;

c.  Variabel++ = digunakan untuk menaikkan 1 angka pada nilai variabel dengan dengan sebelumnya dibarikan dengan kondisi yang sama.
Contoh :
$a = 10;
echo $a++;
echo $a++;

d.  Variabel– = digunakan untuk menurunkan 1 angka pada nilai variabel dengan dengan sebelumnya dibarikan dengan kondisi yang sama.
Contoh :
$a = 10;
echo $a–;
echo $a–;

6.        Operator Pembanding
Operator pembanding digunakan untuk membandingakn dua nilai yang akan menghasilkan sebuah nilai benar atau salah.
Di bawah ini beberapa operator pembanding.
a.  == (sama dengan 2 kali), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu sama dengan nilai yang lain.
Contoh :
$a = 10;
if( $a==10){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

b.  === (sama dengan 3 kali), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu identik nilai yang lain.
Contoh :
$a = 10;
$b = 10;
if( $a===$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}
$a =” 10”;
$b = 10;
if( $a===$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

c.  != (tidak sama dengan), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu tidak sama dengan nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a!=$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

d.  <> (lebih kecil lebih besar/tidak sama dengan), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu tidak sama dengan nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a<>$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

e.  < (lebih kecil), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu lebih kecil dari nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a<$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

f.  > (lebih besar), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu lebih besar dari nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a>$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

g.  <= (lebih kecil sama dengan), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu lebih kecil sama dengan nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a<=$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

h.  >= (lebih besar sama dengan), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu lebih besar sama dengan nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a<>$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

7.        Operator Logika
Operator logika digunakan untuk menggabungkan hasil dari sebuah kondisi logika, atau bisanya dengan menggunakan gerbang logika dalam menentukan logika yang digunakan.
Dibawah ini beberapa operator logika.

a.  AND atau && (Logika AND). Logika AND akan menghasilkan nilai benar jika kedua kondisi pembanding bernilai benar, dan akan bernilai salah jika salah satu pembanding bernilai salah / nol.
Contoh :
$a=10;
$b=20;
if( $a==10 && $b==20){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}
$a=10;
$b=10;
if( $a==10 && $b==20){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}

b.  OR atau || (Logika OR). Logika OR akan menghasilkan nilai benar jika kedua kondisi pembanding bernilai benar, juga akan bernilai benar meskipun salah satu pembanding bernilai benar / satu, dan akan menghasilkan nilai salah jika salah satu pembanding menghasilkan nilai salah /nol.
Contoh :
$a=10;
$b=20;
if( $a==10 || $b==20){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}
$a=10;
$b=10;
if( $a==10 || $b==20){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}

c.  NOT atau ! (Logika NOT). Logika NOT akan menghasilkan nilai benar jika pembanding bernilai salah/nol atau sebaliknya akan bernilai salah jika pembanding bernilai benar/satu.
$a=10;
$b=10;
if ( !($a==10 || $b==20)){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}
$a=10;
$b=10;
if ( !($a==10 && $b==20)){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}

8.        Operator Ternary
Operator ini penggunaannya sama dengan penggunaan instruksi seleksi IF-ELSE, dengan terbentuk hanya dalam 1 baris.
Konsepnya :   ………. ? ……….. : ……………. ;
Penulisannya adalah :  Kondisi ? nilai jika benar : nilai jika salah ;
Contoh :
$a=10;
$a==11 ? $hasil=”Benar”: $hasil=”Salah”;
echo $hasil;