Pages

Senin, 17 Juni 2013

Variabel dan Operator Pemrograman Phyton




Membuat variabel dalam Python sangat sederhana. Anda hanya perlu mengisikan nilai pada sebuah variabel dengan tipe data yang Anda inginkan. Operator pengisian adalah tanda sama-dengan (=).
Variabel dalam Python sangat dinamis. Artinya:
  • variabel tidak perlu dideklarasikan mempunyai jenis data tertentu;
  • jenis data variabel dapat berubah saat program berjalan.

Bilangan

Python mengenal beberapa jenis bilangan yaitu bilangan bulat (integer), bilangan pecahan (floating point), dan bilangan kompleks. Bilangan kompleks bisa dituliskan dengan format (real+imajinerj) atau menggunakan fungsi complex(real, imajiner). Untuk jenis data bilangan yang lain tanpa dijelaskan sudah bisa dimengerti dari contoh berikut:

variabel_integer = 10
variabel_floating = 24.5
variabel_kompleks = 3+4j

print variabel_integer
print variabel_floating
print variabel_kompleks

Operator matematik berfungsi dengan normal di Python seperti dalam bahasa pemrograman yang lain. Ada beberapa catatan yang harus diperhatikan.
  • Operasi pengisian beberapa variabel dengan nilai yang sama dapat dilakukan sekali jalan.
  • Tanda () dipakai untuk mengelompokkan operasi yang harus dilakukan terlebih dahulu.
  • Pembagian bilangan integer dengan bilangan integer akan dibulatkan ke bawah.
  • Bilangan integer akan dikonversikan menjadi bilangan floating point dalam operasi yang melibatkan bilangan integer dan bilangan floating point.
  • Kita tidak dapat mengkonversikan bilangan kompleks ke bilangan real (floating point atau integer); hanya bilangan mutlaknya yang bisa kita dapatkan.
Contoh-contoh berikut akan memberikan gambaran pernyataan di atas.

a = b = c = d = 0
print 'a=>',a,'b=>',b,'c=>',c,'d=>',d

x = 30 - 10 / 2
print 'x=>',x

y = (30 - 10) / 2
print 'y=>',y

print '10 / 3 =',10 / 3
print '10 / 3.5 =',10 / 3.5
print '8 * 12.4 =',8 * 12.4
print 'abs(1+9j) =',abs(1+9j)

OPERATOR dalam C++



Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi
Contoh :
Penjumlahan, pengurangan, pembagian dan lain-lain.
Operator mempunyai sifat:
Unary
Sifat unary pada operator hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh : -5
Binary
Sifat binary pada operator melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh : 4 + 8
Ternary
Sifat tenary pada operator melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh : (10 % 3) + 4 + 2
Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai binary adalah:
OPERATOR KETERANGAN CONTOH
* Perkalian (Multiply)           4 * 5
/ Pembagian (Divide)            8 / 2
% Sisa Bagi (Modulus)          5 % 2
+ Penjumlahan (Add)           7 + 2
- Pengurangan (Substract)  6 – 2
OPERATOR KETERANGAN CONTOH
+ Tanda Plus          +4
- Tanda Minus        -6
Operator penugasan (Assignment operator) dalam bahasa C++ berupa tanda sama dengan (“=”).
Contoh :
nilai = 80; A = x * y;
Penjelasan :
variable “nilai” diisi dengan 80 dan
variable “A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y.
Hierarki Operator Aritmatika
Di dalam suatu akspresi arotmatika dapat kita jumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda secara bersamaan. Urutan operator aritmatika adalah sebagai berikut:
* atau / Tingkatkan operator sama, penggunaannya tergantung letak,
yang di depan didahulukan
% Sisa Pembagian
+ atau – Tingkatkan operator sama, penggunaannya tergantung letak,
yang di depan didahulukan
Contoh:
A = 8 + 2 * 3 / 6
Langkah perhitungannya :
A = 8 + 6/6 dimana 6/6 = 1 A = 8 + 1
A = 9
Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung ( dan )
Contoh:
A = (8 + 2) * 3 / 6
Langkah perhitungannya :
A = 10 * 3/6 dimana 8 + 2 = 10
A = 30 / 6 A = 5
Operator Increment & Decrement
Pada pemrograman C++, menyediakan operator penambah dan pengurang (Increment & Decrement).
++ Penambahan (Increment)
– Pengurangan (Decrement)
A = A + 1 atau A = A – 1; dapat disederhanakan menjadi A + = 1 atau A – = 1 Dan dapat disederhanakan menjadi A++ atau A–
Notasi ++ atau — dapat diletakkan di depan atau di belakang variabel. Contoh: A– atau –A atau ++ A atau A++
Kedua bentuk penulisan di atas mempunyai arti yang berbeda:
Jika diletakkan di depan variabel. Maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah
begitu ekspresi ini di temukan.
Jika diletakkan di belakang variabel. Maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini di jumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan.
Operasi Relasi (Perbandingan)
Operator relasi ini digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Hasil dari perbandingan operator ini menghasilkan nilai numeric 1 (True) atau 0 (False).
== Sama dengan (bukan pemberi nilai)
!= Tidak sama dengan
> Lebih dari
= Lebih dari sama dengan
<= Kurang dari sama dengan
Operator Logika
Operator logika digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ungkapan
menjadi sebuah ungkapan berkondisi.
&& Operator Logika AND m && n
|| Operator Logika OR m || n
! Operator Logika NOT !m
Operator Bitwise
Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit
<> Bitwise Shift Right
& Bitwise AND
^ Bitwise XOR
| Bitwise OR
~ Bitwise NOT
Semoga Bermanfaat ;)

Jenis Operator Yang Digunakan Dalam PHP



Operator adalah simbol yang digunakan untuk memanipulasi nilai dan variabel dengan memberikan menentukan operasi pada nilai dan variabel tersebut.
Secara umum operator bisa terdiri dari satu, dua atau tiga argumen, dan secara teratur terdiri dari dua argumen. Misalnya operator penugasan (assignment) tanda = (sama dengan). Contohnya : $nilai = 10; yang menugaskan bahwa variabel $nilai berisi nilai 10.
Ada beberapa operator yang digunkan :
1.        Operator Aritmatika.
Adalah operator matematikan dasar yang yang biasa digunakan.
Operator tersebut digambarkan dalam tabel di bawah ini :

Operator
Nama
Contoh
+
Operator Penjumlahan
$a = 10; $b = 20; $c = $a + $b; echo $c;
-
Operator Pengurangan
$a = 10; $b = 20; $c = $a – $b; echo $c;
/
Operator Pembagian
$a = 10; $b = 20; $c = $a / $b; echo $c;
*
Operator Perkalian
$a = 10; $b = 20; $c = $a * $b; echo $c;
%
Operator Modulus ( Sisa Hasil Bagi )
$a = 11; $b = 5; $c = $a % $b; echo $c;

2.        Operator karakter.
Operator karakter di sini dimaksudkan untuk menangani penanganan teks atau karakter yang nantinya digunakan untuk menggabungkan karakter-karakter atau teks-teks.
Contoh :
$a = “Nufan”;
$b = “ Balafif”
$c = $a.$b; (ada titik diantara $a dan $b)
echo $c;
Hal ini sangat berbeda sekali jika dituliskan misalnya :
$c = “$a.$b”; (variabel $a dan $b dimasukkan di dalam tanda petik dua dan tetep menggunakan titik).
echo $c;
Dari kedua contoh hasil diatas sangat berbeda sekali hasilnya, $c yang atas akan menghasilkan Nufan Balafif, sedangkan $c yang bawah menghasilkan Nufan.Balafif.

3.        Operator Penugasan
Operator penugasan digunakan untuk memberikan sebuah nilai pada sebuah variabel.
Contoh :
$a = 10;
Pada variabel $a akan terisi dengan nilai 10;
$b = 10 + ($a = 10);
Pada variabel $b akan terisi nilai 10 ditambahkan dengan nilai pada variabel $a yang memiliki nilai 10.

4.        Kombinasi Operator Penugasan
Pada operator penugasan secara umum misalnya menambahkan sebuah nilai pada variabel yang sama maka nilai variabel tersebut harus dimasukkan dan dijumlahkan dengan nilai yang lain sehingga variabel tersebut nilainya bertambah, misalnya :
$a = 10;
$b = 20;
$a = $a + $b;
echo $a;
Nah pada penulisan $a = $a + $b, yang mengandung nilai 2 variabel yang sama, penulisan tersebut bisa dipersingkan dengan menggunakan kombinasi operator penugasan, yaitu $a+=$b.
Ada beberapa kombinas operator penugasan diantaranya :
Operator
Penulisan
Kesamaan
+=
$a+=$b
$a = $a + $b
-=
$a-=$b
$a = $a – $b
*=
$a*=$b
$a = $a * $b
/=
$a/=$b
$a = $a / $b
%=
$a%=$b
$a = $a % $b
.=
$a.=$b
$a = $a.$b

5.        Operator Penugasan Menaikkan dan Menurunkan Nilai
Operator ini hampir sama penggunaannya dengan kombinasi operator penugasan, tetapi disini nilai yang digunakan sebagai penambah atau pengurang adalah angka 1.
Ada beberapa operator pnugasan menaikkan dan menurunkan nilai.
a.  ++Variabel = digunakan untuk menaikkan 1 angka pada nilai variabel.
Contoh :
$a = 10;
echo ++$a;

b.  –Variabel = digunakan untuk menurunkan 1 angka pada nilai variabel.
Contoh :
$a = 10;
echo –$a;

c.  Variabel++ = digunakan untuk menaikkan 1 angka pada nilai variabel dengan dengan sebelumnya dibarikan dengan kondisi yang sama.
Contoh :
$a = 10;
echo $a++;
echo $a++;

d.  Variabel– = digunakan untuk menurunkan 1 angka pada nilai variabel dengan dengan sebelumnya dibarikan dengan kondisi yang sama.
Contoh :
$a = 10;
echo $a–;
echo $a–;

6.        Operator Pembanding
Operator pembanding digunakan untuk membandingakn dua nilai yang akan menghasilkan sebuah nilai benar atau salah.
Di bawah ini beberapa operator pembanding.
a.  == (sama dengan 2 kali), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu sama dengan nilai yang lain.
Contoh :
$a = 10;
if( $a==10){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

b.  === (sama dengan 3 kali), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu identik nilai yang lain.
Contoh :
$a = 10;
$b = 10;
if( $a===$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}
$a =” 10”;
$b = 10;
if( $a===$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

c.  != (tidak sama dengan), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu tidak sama dengan nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a!=$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

d.  <> (lebih kecil lebih besar/tidak sama dengan), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu tidak sama dengan nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a<>$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

e.  < (lebih kecil), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu lebih kecil dari nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a<$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

f.  > (lebih besar), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu lebih besar dari nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a>$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

g.  <= (lebih kecil sama dengan), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu lebih kecil sama dengan nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a<=$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

h.  >= (lebih besar sama dengan), digunakan untuk membandingkan dengan menanyakan apakah nilai yang satu lebih besar sama dengan nilai yang lain.
$a = 10;
$b = 11;
if( $a<>$b){
echo “benar”;
}else{
echo “salah”;
}

7.        Operator Logika
Operator logika digunakan untuk menggabungkan hasil dari sebuah kondisi logika, atau bisanya dengan menggunakan gerbang logika dalam menentukan logika yang digunakan.
Dibawah ini beberapa operator logika.

a.  AND atau && (Logika AND). Logika AND akan menghasilkan nilai benar jika kedua kondisi pembanding bernilai benar, dan akan bernilai salah jika salah satu pembanding bernilai salah / nol.
Contoh :
$a=10;
$b=20;
if( $a==10 && $b==20){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}
$a=10;
$b=10;
if( $a==10 && $b==20){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}

b.  OR atau || (Logika OR). Logika OR akan menghasilkan nilai benar jika kedua kondisi pembanding bernilai benar, juga akan bernilai benar meskipun salah satu pembanding bernilai benar / satu, dan akan menghasilkan nilai salah jika salah satu pembanding menghasilkan nilai salah /nol.
Contoh :
$a=10;
$b=20;
if( $a==10 || $b==20){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}
$a=10;
$b=10;
if( $a==10 || $b==20){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}

c.  NOT atau ! (Logika NOT). Logika NOT akan menghasilkan nilai benar jika pembanding bernilai salah/nol atau sebaliknya akan bernilai salah jika pembanding bernilai benar/satu.
$a=10;
$b=10;
if ( !($a==10 || $b==20)){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}
$a=10;
$b=10;
if ( !($a==10 && $b==20)){
echo “Benar”;
}else{
echo “Benar”;
}

8.        Operator Ternary
Operator ini penggunaannya sama dengan penggunaan instruksi seleksi IF-ELSE, dengan terbentuk hanya dalam 1 baris.
Konsepnya :   ………. ? ……….. : ……………. ;
Penulisannya adalah :  Kondisi ? nilai jika benar : nilai jika salah ;
Contoh :
$a=10;
$a==11 ? $hasil=”Benar”: $hasil=”Salah”;
echo $hasil;

Operator Logika Pada Pemograman JAVA



Operator boolean pada JAVA digunakan untuk melakukan operasi terhadap dua operand yang bertipe boolean. Hasil yang diberikan oleh operasi ini juga akan bertipe boolean. bebrapa operator pada boolean.

&& = Operasi ANS
|| = Operasi OR
^ = Operasi XOR (Exclusive OR)
! = Operasi NOT (Negasi)


Keterangan : T = True dan F = False
apabila 2 operand bernilai boolean (Contoh A dan B) dan keduanya digunakan dalam operasi AND, OR, XOR, dan NOT maka nilai yang dihasilkan antara lain, operasi AND hanya akan menghasilkan nilai true apabila kedua operand (A dan B) bernilai true; operasi OR hanya akan menghasilkan nilai false apabila kedua nilai operand false; operasi XOR hanya akan menghasilkan nilai true apabila salah satu operand-nya (bukan kedua-duanya) bernilai true; sedangkan operasi NOT akan menghasilkan negasi atau kebalikan dari nilai sebelumnya.

Contoh kode Program yang akan dihasilkan dari tabel diatas,

====================Mulai=============================
//PROGRAM Operator Logika dalam JAVA
class DemoOperatorLogika {
public static void main(String[] args) {

System.out.println("Operasi AND");
System.out.println("true && true = " + (true && true));
System.out.println("true && false = " + (true && false));
System.out.println("false && true = " + (false && true));
System.out.println("false && false = " + (false && false));

System.out.println("\nOperasi OR");
System.out.println("true || true = " + (true || true));
System.out.println("true || false = " + (true || false));
System.out.println("false || true = " + (false || true));
System.out.println("false || false = " + (false || false));

System.out.println("\nOperasi XOR");
System.out.println("true ^ true = " + (true ^ true));
System.out.println("true ^ false = " + (true ^ false));
System.out.println("false ^ true = " + (false ^ true));
System.out.println("false ^ false = " + (false ^ false));

System.out.println("\nOperasi NOT");
System.out.println("!true = " + (!true));
System.out.println("!false = " + (!false));
}
}

===================Selesai===========================
Hasil yang akan di berikan oleh program tersebut sebagi berikut:

Operasi AND
true $ true = true
true $ false = false
false $ true = false
false $ false = false

Operasi OR
true || true = true
true || false = true
false || true = true
false || false = false

Operasi XOR
true ^ true = false
true ^ false = true
false ^ true = true
false ^ false = false

Operasi NOT
!true = false
!false = true

Mudah-mudahan bermanfaat

Salam OpenSource dari JAVA.

Jenis–Jenis Data, Versi dan Operator Pada Visual Basic



Jenis – Jenis Data
Setelah kita menyimak tentang pengetian Visual Basic serta perjalanan Visual Basic ( VB 1.0 sampai VB 10 ), maka sekarang kita akan membaha tentang jenis-jenis Data, Versi dan jenis Operator  pada Visual Basic..
Seperti yang kita ketahui bahwa Data adalah suatu nilai mentah yang tidak memiliki arti jika berdiri sendiri. Adapun jenis – jenis data yang terdapat pada Visual Basic diantaranya.
  1. Integer
    Adalah jenis data numeric berupa bilangan bulat ( tanpa pecahan ) mulai dari 32768 – 32767.
  2. Byte.
    Adalah jenis data yang berupa bilangan bulat positif.
  3. Decimal.
    Adalah jenis data yang digunakan untuk menyimpan nilai desimal.
  4. Bolean.
    Adalah jenis data yang hanya memiliki dua buah nilai yaitu true dan false. Jenis data ini bisa digunakan untuk memilih salah satu diantara dua pilihan.
  5. String.
    Adalah jenis data yang memiliki nilai alfa numeric, yaitu nilai yang bisa angka atau karakter khusus.
  6. Single.
    Adalah jenis data numeric yang memiliki kisaran nilai mulai dari 3408e + 38 hingga 3402823. Jenis data ini sering disebut juga Single Precisian atau bilangan berpresisi tunggal.
  7. Double.
    Adalah jenis data numeric yang memiliki kisaran nilai yang besar , jenis data ini juga sering disebut double precisian atau bilangan berpresisi ganda.
  8. Date.
    Adalah jenis data yang digunakan untuk menyimpan tanggal dan jam.
  9. Curency.
    Adalah jenis data yang digunakan untuk menyimpan nilai uang.
  10. Long.
    Adalah jenis data numeric yang hampir sama dengan integer tetapi nilainya jauh lebih besar, jenis data ini membutuhkan memori yang cukup besar.
  11. Objek.
    Adalah jenis data yang menyimpan objek seperti form, control dan sebagainya.
  12. Variant.
    Adalah jenis data yang berisi segala macam data yang berbeda biasanya digunakan untuk mengetahui jenis data yang digunakan.
Versi – versi Visual Basic
Beberapa versi Visual Basic yang telah beredar di pasaran diantaranya adalah :
  1. Standar Edition Learning.
    Adalah versi standar yang sudah berbagai sarana dasar dari Visual Basic untuk mengembangkan aplikasi.
  2. Profetional Edition.
    Adalah yang memberikan berbagai sarana ekstra yang dibutuhkan oleh para programmer profesional. Misalnya control – control tambahan, dukungan untuk pemrogram internet., komputer untuk membuat file help, serta sarana pengembangan database yang lebih baik
Jenis – Jenis Operator
Berikut ini adalah jenis – jenis operator yang biasa digunakan dalam pemrograman Visual Basic :
  • Operator Penugasan.
    Berfungsi untuk memasukan data kedalam variable. Operator ini dilambangkan dengan tanda ( = ).
    Contoh :
    Nilai = 1
    Akhir = awal + waktu
    Nama = “ Ujang Kurnia “
    Luas = panjang * lebar
    Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam menggunakan operator penugasan yang berkaitan dengan tipe data yang akan dimasukkan dalam variable. Ketentuan tersebut adalah penggunaan delimiter untuk data tersebut yaitu :
    1. Untuk tipe data yang bersifat numeric atau menunjuk pada nilai variable lain maka, tidak diperlukan delimiter. Misalnya nilai = 1. akhir = awal + waktu.
    2. Untuk tipe data yang string digunakan tanda kutip ( “ ) misalnya nama “ Ujang Kurnia“.
    3. Untuk tipe data yang berupa tanggal dan waktu digunakan tanda ( # ) misalnya: tanggal = # januari 17, 2008 # jam = # 8:10:05.
  • Operator Aritmatika Adalah operator yang digunakan untuk pengolahan data secara natenatis, sehingga fungsi – fungsinyapun sama dengan penggunaan dalam ilmu matematika.
Tabel 1
Jika ada operator sekaligus dalam suatu operasi aritmatika, maka prioritas pengerjaannya di sesuaikan dengan konvensi yang ada dalam matematika misalnya pemangkatan di jalankan pertama kali, kemudian mengikuti perkalian dan pembagian lalu penambahan dan pengurangan.
Contoh :
6+3*-2^3/2
Yang dikerjakan pertama kali adalah 2^3=8 kemudian 3*7=21 dan 8/2=4, lalu 6+21=27 dan 27-4=23. Jika anda menginginkan prioritas yang dikerjakan operasi tertentu, maka digunakan tanda ( ) contoh (6+3)*7,yang di kerjakan pertama kali bukan 3*7 tetapi 6+3.
Untuk operasi pembagian ada tiga operator yaitu : /, \, mod. Beda dari ke tiga operator tersebut adalah :
    1. Pembagian dengan operator ( / ) adalah pembagian biasa.
    2. Pembagian dengan operator ( \ ) hanya akan mengambil nilai integer dari hasil pembagian.
      Contoh : 13/4=3.25
    • 13/4=3 ( 3.25 di ambil integernya saja yaitu 3 ).
    • 13 mod 4=1 ( 13/4 adalah 3 bersisa 1 ).
  • Operator Perbandingan.
    Digunakan untuk membandingkan suatu data ( ekspresi ) dengan data ekspresi lain dan menghasilkan nilai logika ( boolean ) benar atau salah. Syaratnya adalah dua data yang dibandingkan harus mempunyai tipe yang sama. Berikut ini operator perbandingan dalam Visual Basic menurut M. Agus. J. Alam, (1999) :
Tabel
Semoga Bermanfaat ^_^