Pages

Rabu, 31 Juli 2013

10 Tips Memotret di Kondisi Cahaya Gelap

Kebanyakan alasan orang-orang membeli kamera DSLR karena ingin kualitas fotonya meningkat terutama di kondisi cahaya yang gelap. Kamera DSLR memiliki sensor gambar yang jauh lebih besar dari kamera compact sehingga potensi mendapatkan hasil foto yang bagus jelas lebih besar.

Tapi jika tidak bisa menyetting dan mengunakannya dengan baik, maka hasil foto dengan kamera DSLR tidak akan maksimal juga. Di artikel ini saya akan berbagi beberapa tips saat memotret di kondisi cahaya yang cukup gelap, misalnya di dalam ruangan atau saat malam hari.

1. Gunakan ISO tinggi - Saat memotret di kondisi cahaya gelap dan dengan kamera dalam genggaman, sebaiknya mengunakan ISO tinggi sekitar ISO 800-6400 (tergantung tingkat cahaya yang ada).

ISO tinggi akan membuat kualitas foto menjadi kurang baik, tapi jika kondisi cahaya sangat gelap dan kita tidak memiliki alat bantu seperti tripod atau flash, maka satu-satunya cara supaya foto tidak gelap/tidak tajam adalah mengunakan ISO tinggi.


2. Mode Aperture Priority (A atau Av) - Mode kamera yang saya andalkan adalah mode A / Av. Mode ini cukup handal untuk berbagai kondisi, termasuk kondisi cahaya gelap.

Jika Anda cukup berpengalaman, mode Manual (M) juga cukup bagus. Mode A ini cukup praktis. Saat memotret di kondisi cahaya gelap, putar nilai bukaan ke angka yang kecil misalnya f/3.5 atau lebih kecil lagi.

Semakin kecil angkanya, semakin besar bukaan lensanya. Nilai bukaan ini tergantung lensa yang terpasang. Ada lensa yang bisa membuka sampai f/1.4 tapi kebanyakan lensa zoom maksimal bukaannya sekitar f/3.5, f/4 atau f/5.6.

Bukaan ibaratnya adalah jendela dalam ruangan. Semakin besar jendelanya, semakin terang ruangannya. Saat kondisi cahaya gelap, dibutuhkan bukaan yang besar. 


3. Pakai lensa berbukaan besar - Menyambung dari tips di atas, lensa bukaan besar menguntungkan di kondisi cahaya gelap. Dengan lensa berbukaan besar, seperti 35mm f/1.8 atau 50mm f/1.8, kita dapat memasukkan banyak cahaya ke dalam kamera.

Saat menggunakan bukaan yang sangat besar, ISO tidak perlu terlalu tinggi, ISO 400-1600 biasanya sudah cukup. Efek lain dari bukaan besar yaitu latar belakang yang tidak fokus akan terlihat blur, sementara subjek yang difokus akan tajam. Ideal untuk portrait orang/model.

4. Continuous drive - Memotret berturut-turut dapat membantu dalam kondisi cahaya gelap. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu foto yang tajam. Cara mengaktifkan foto berturut-turut adalah di menu drive mode.

Pilih simbol kotak-kotak berlapis, lalu saat mengambil foto. Tahanlah tombol shutter/jepret dan kamera akan mengambil foto berturut-turut. Pilihlah foto yang terbaik dari beberapa foto yang telah dibuat.

5. Perhatikan arah cahaya yang jatuh ke subjek foto - Amati jatuhnya cahaya ke subjek. Misalnya saat memotret orang, amati apakah cahaya yang jatuh ke wajah cukup merata? atau wajahnya tertutup bayangan?

Jika memungkinkan, komunikasikan kepada subjek tersebut untuk menoleh ke arah cahaya.

6. Tunggu momen yang tepat - Jika subjek tidak bisa diatur, maka tunggulah saat yang tepat untuk memotret. Saat fashion show misalnya, ada waktu 1-2 detik saat subjek berpose dan diam. Saat itu adalah saat yang tepat untuk memotret.

7. Mantapkan genggaman - Saat memotret di kondisi cahaya yang sangat gelap, biasanya shutter speed menjadi cukup lambat. Saat tersebut, kita harus mantapkan genggaman kamera dan latihan pernafasan yang baik.

Tahan nafas dan hembuskan nafas perlahan saat menekan tombol shutter dengan lembut. Mantapkan posisi tubuh dan jangan sampai kamera bergetar saat kita menekan tombol shutter.

8. Efek gerakan - Kita bisa membuat efek orang yang bergerak dengan memasukkan elemen motion blur. Caranya yaitu mengunakan shutter speed yang agak lambat kemudian sedikit panning (menggerakkan kamera) sehingga subjek foto dan latar belakang sedikit blur. Efek gerakan ini kadang berhasil, kadang gagal karena terlalu blur/goyang.

9. Gunakan tripod - Tripod ideal untuk pemotretan subjek yang tidak bergerak di malam hari, contohnya seperti foto pemandangan alam, kota, langit atau di dalam ruangan. Dengan mengunakan tripod, kita tidak kuatir shutter speed lambat menyebabkan foto blur.

Kita juga bisa mengunakan ISO terkecil (100/200) untuk mendapatkan hasil foto dengan kualitas yang maksimal. Tripod tidak akan membantu saat memotret subjek yang bergerak misalnya foto manusia atau satwa.

10. Gunakan flash/lampu kilat - Jika cahaya yang menyinari subjek tidak bagus (gelap, merata, warnanya tidak cocok). Maka solusinya adalah dengan mengunakan flash. Di kamera DSLR biasanya sudah ada lampu kilat yang terpasang (Built-in flash).

Flash ini bisa membantu menerangi subjek, tetapi biasanya hasilnya keras dan menghilangkan dimensi subjek. Saya menyarankan mengunakan flash eksternal (speedlight). Jika memotret di dalam ruangan, arahkan flash ke atas langit-langit sehingga dapat cahaya akan dipantulkan kembali ke subjek.

Hasilnya adalah cahaya yang lebih lembut dan merata, dimensi subjek juga terlihat lebih nyata dan alami. Pastikan langit-langit tidak terlalu tinggi atau memiliki warna yang tidak cocok, karena cahaya yang dipantulkan akan memiliki warna sesuai dengan warna langit-langit.




(Di kondisi cahaya yang sangat gelap karena matahari belum terbit dan penerangan kuil sangat remang-remang. Saya menunggu sampai biarawati melihat ke arah cahaya yang berasal dari lampu diluar ruang kuil. ISO 3200, f/1.4, 1/100 detik)


Selamat mencoba dan semoga berhasil membuat foto yang lebih baik.

Sumber : Detik.com

Tips Memotret Foto Keluarga, Reuni atau Pernikahan

Sebagai makhluk sosial, manusia paling suka berkumpul. Nah, kalau sudah ngumpul tentunya sayang sekali kalau gak sempat foto bersama. Di acara penting seperti acara pernikahaan, foto bersama justru menjadi yang terpenting untuk kenang-kenangan.

Untuk membuat foto bersama atau keluarga yang baik tidak sulit, tapi harus direncanakan dan diatur supaya hasilnya bagus. Di artikel ini, saya akan bagikan 10 tips untuk foto bersama.

1. Persiapkanlah dengan matang - Persiapkan kamera, tripod, flash, lensa dan lokasi memotret sebelum orang-orang datang.


Lakukan tes foto dengan bantuan beberapa teman atau staf terlebih dahulu sebelum memanggil semua orang untuk berkumpul. Dengan persiapan yang matang, pemotretan akan mulus dan orang-orang tidak perlu menunggu terlalu lama sampai kita siap. 

2. Jadilah pemimpin - Fotografer dituntut jadi pemimpin untuk foto bersama, jadi jangan malu-malu dan takut dalam mengarahkan orang-orang. Rasa gugup mungkin ada, tapi usahakan untuk menutupinya.


Pastikan suara cukup lantang. Jika perlu naiklah ke atas kursi dan gunakan megaphone supaya orang-orang memperhatikan dan kebingungan. Cara ini sangat efektif terutama jika foto grupnya isinya cukup banyak.

3. Aturlah komposisi dan organisasi - Sebelum orang-orang berkumpul, tetapkan tempat dimana orang-orang akan diposisikan.


Siapkan kursi jika dibutuhkan. Setelah orang-orang datang, posisikan yang tinggi di belakang, dan yang pendek atau kecil di depan. Jika ada anak-anak, posisikan anak-anak duduk di depan atau di lantai.

4. Cari bantuan - Untuk memotret foto bersama dalam skala besar, misalnya saat acara reuni atau pernikahan, jangan segan-segan meminta bantuan untuk mengatur dan memanggil orang-orang yang difoto. MC (master of ceremony) akan sangat membantu dan juga anggota keluarga yang lain.

5. Dari atas - Untuk foto bersama dengan jumlah orang yang sangat banyak, pertimbangkan untuk memotret dari tempat yang tinggi misalnya diatas tangga.


Dengan sudut tinggi, maka ukuran kepala-kepala orang akan terlihat kurang lebih sama besar. Jika memotret di sudut bawah, orang-orang yang dibaris belakang ukuran kepalanya akan jauh lebih kecil. Selain itu, keuntungannya adalah wajah bisa terlihat sedikit lebih langsing akibat kepala yang mendongak keatas.

6. Komunikasi - Selama proses pemotretan, sebisanya tetap menjalin komunikasi. Kalau memungkinkan, dudukkan kamera diatas tripod, sehingga wajah kita bisa bebas melihat orang-orang dan berkomunikasi dengan mereka dan mereka bisa melihat kita dengan jelas.


Siapkan beberapa joke/humor sehingga mereka rileks dan terhibur. Ekspresi wajah juga akan lebih rileks dan santai.

7. Aksi yang berbeda - Selain foto formal yang cenderung serius, mungkin kita bisa juga memotret foto bersama yang informal bahkan yang agak heboh.


Jika tidak terlalu banyak pesertanya, kita bisa memposisikan orang-orang lebih menyebar, tidak melihat langsung ke kamera, atau melakukan aksi tertentu, misalnya melompat bersama-sama, berpengangan tangan dan lain-lain.

8. Beri contoh lewat mimik dan bahasa tubuh - Mimik eksresi dan gaya tubuh kita akan mempengaruhi orang-orang yang akan dipotret.


Jika kita bersikap serius, maka subjek foto akan ikut bersikap serius. Jika kita bersikap santai dan humoris, maka mereka akan lebih rileks. Tip ini akan sangat berpengaruh saat kita memotret anak-anak. Bermain-mainlah dengan mereka supaya mereka akrab dan ekspresif saat dipotret.

9. Momen - Momen yang tepat untuk menekan tombol shutter biasanya adalah sesaat dan sesaat setelah kita memberikan aba-aba.


Saat kita mengatakan siap, atau berhitung 1-2-3 biasanya orang-orang akan bersikap agak kaku dan jaim (jaga image), saat kita mengatakan oke, sekarang boleh santai, atau saat menebarkan joke (candaan) maka saat itulah adalah saat yang tepat untuk mendapatkan ekspresi menarik dan apa adanya. Bersiaplah untuk momen itu karena tidak berlangsung lama, sekitar 0.5-1 detik saja.

10. Pencahayaan - Jika memotret di luar ruangan, cari tempat yang teduh misalnya dibawah pepohonan dan pastikan cahaya yang jatuh ke setiap wajah merata.


Jika di dalam ruangan, pertimbangkan untuk memakai lampu kilat eksternal dan arahkan kepalanya ke atas langit-langit atau mengunakan payung fotografi sehingga cahaya yang jatuh ke orang-orang lembut dan merata. 

Selamat mencoba dan semoga berhasil :)





Foto keluarga:

Foto ini dibuat setelah kursus kilat fotografi mengunakan kamera DSLR yang didudukkan di atas tripod dan lampu kilat di sebelah kiri kamera. Lampu kilat didudukkan diatas lightstand dengan payung transparan di depan lampu kilat.

Tujuan pemasangan payung untuk melembutkan cahaya. Lampu diarahkan secara diagonal ke sebelah kanan kamera supaya cahaya tersebar merata.

Sumber : Detik.com

Prosesor AMD Ukir Rekor Baru



Finlandia - Beberapa waktu lalu prosesor AMD A10-6800K sukses mengukir rekor dengan digeber hingga 8 GHz. Kini, prosesor tersebut telah memecahkan rekor terakhirnya.

Sekelompok overclocker asal Finlandia bernama The Stilt, berhasil mengerek kecepatan AMD A10-6800K dari clock awal 4,1 GHz menjadi 8,2 GHz. Lebih cepat 200 MHz dari rekor terakhir yang juga mereka buat.

Untuk mencapai kecepatan tersebut memang bukan perkara mudah. Dengan bus clock 130,21 MHz, mereka harus meningkatkan multiplier hingga 63X. Tegangan prosesor dengan sandi Richland itu pun diubah menjadi 2,008 volt. 

Agar bisa mengimbangi clock setinggi itu, The Stilt coba mengimbanginya dengan pendingin nitrogen. Clock memory RAM juga diubah menjadi 1041 MHz untuk bisa berjalan bersama prosesor super kencang itu.

Seperti dikutip detikINET dari TomsHardware, Rabu (31/7/2013), komponen penunjang yang dipakai paraoverclocker tersebut antara lain Asus F2A85-V Pro, Radeon HD 7750, dan memori 8 GB DDR3 dengantiming 10-11-10-27.

Sumber : Detik.com